PANAMA PAPERS, SURGA PAJAK DAN PENCUCIAN UANG
12 April 2016 03:30 PM s/d 12 April 2016 05:30 PM

Lokasi : Gedung MAP FISIPOL UGM
Status : Sudah Terlaksana

Jutaan dokumen finansial dari sebuah firma hukum asal Panama yaitu Mossack Fonseca , bocor dan mengungkapkan bagaimana jejaring penjajaan kerahasiaan finansial kepada politikus, penipu, mafia narkoba, miliuner, selebritas, dan bintang olahraga kelas dunia untuk mendirikan perusahaan cangkang (shell company) di negara-negara bebas pajak. Skandal global Panama Papers melibatkan 140 pejabat publik di seluruh dunia, bahkan di antaranya 12 kepala negara yang masih menjabat maupun yang sudah tak lagi berkuasa. Mereka yang tercatat dalam dokumen Panama Papers pernah menyewa Mossack Fonseca untuk mendirikan perusahaan di yurisdiksi bebas pajak di luar negeri (offshore), seperti Panama atau British Virgin Island. Dokumen tersebut mencantumkan nama pemimpin lima negara, yaitu Argentina, Islandia, Arab Saudi, Ukraina, dan Uni Emirat Arab, serta pejabat pemerintahan, kerabat dekat, dan teman dekat sejumlah kepala pemerintahan kurang lebih 40 negara lainnya, termasuk Brasil, Cina, Perancis, India, Malaysia, Meksiko, Malta, Pakistan, Rusia, Afrika Selatan, Spanyol, Suriah, dan Britania Raya. Bahkan Perdana Menteri Islandia yaitu Sigmundur David Gunnlaugsson mundur (karena namanya masuk di dokumen Panama Papers) akibat tekanan dari ribuan massa yang aksi di depan Dedung Parlemen Islandia. Sedangkan di Indonesia ada ada 2.961 nama individu ataupun perusahaan yang masuk dalam dokumen Panama Papers. Di antara 2.961 nama itu, ada beberapa nama individu dan pengusaha yang terkenal di Indonesia seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir, Muhammad Aksa Mahmud, Chairul Tanjung, Laksamana Sukardi, James T. Riady, Anindya N. Bakrie, dan Rachmat Gobel. Terbongkarnya skandal laporan itu juga mendeteksi ribuan perusahaan bodong yang mengelola kekayaan para penipu, penyelundup, kelompok-kelompok mafia narkoba, para makelar bisnis senjata, dan penjahat-penjahat finansial kelas kakap-dunia. Mereka melarikan kekayaan untuk menghindari pajak dan agar tak derteksi sebagai skandal pencucian uang. Bagaimana sejarah perkembangan sistem perusahaan offshore? Mengapa sistem yang dekat dengan praktik pencucian uang dan penghindaran pajak ini tetap dilegalkan? Bagaimana masa depan sistem perusahaan offshore pasca pengungkapan Panama Papers? Mari mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut pada Selasa, 12 April 2016 pukul 15.00 di Lobby Magister Administrasi Publik UGM bersama pemantik diskusi Revrisond Bawsir (Dosen FEB UGM). Gratis Untuk Umum dan Nikmati Jajanan Sore!



Syawalan Keluarga Besar MKP FISIPOL UGM
Syawalan Keluarga Besar MKP FISIPOL UGM
Syawalan Keluarga Besar MKP FISIPOL UGM
Syawalan Keluarga Besar MKP FISIPOL UGM
International Conference DDY-OCAPA
Pendaftaran Mahasiswa Baru Semester Genap T.A. 2016/2017
Workshop Pembangunan Pariwisata Kota Palangka Raya
AKREDITASI JKAP (JURNAL KEBIJAKAN DAN ADMINISTRASI PUBLIK
Kerja Sama Internasional PTN Badan Hukum
Nantikan bedah buku "INDONESIA BERGERAK 2: MOZAIK KEBIJAKAN PUBLIK DI INDONESIA"