[restabs alignment=”osc-tabs-left” responsive=”false” tabcolor=”#121F33″ tabheadcolor=”#F1F8E0″ seltabcolor=”#FFD700″ seltabheadcolor=”#000080″ tabhovercolor=”#0000CD” contentcolor=”#FFE4B5″]
[restab title=”Tinggal di Jogja” active=”active”]

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atau biasa disebut Jogja adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Provinsi ini terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah, dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Walaupun memiliki luas terkecil ke dua setelah Provinsi DKI Jakarta, Jogja terkenal di tingkat nasional, dan internasional, terutama sebagai tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali. Selain itu, sebagai lokasi dua kerajaan besar di Jawa, Jogja juga sarat akan kekentalan adat-istiadat dan budayanya.

 

Jogja mempunyai beragam potensi budaya, baik budaya yang tangible (fisik) maupun yang intangible (nonfisik). Potensi budaya yang tangible antara lain kawasan cagar budaya, dan benda cagar budaya sedangkan potensi budaya yang intangible seperti gagasan, sistem nilai atau norma, karya seni, sistem sosial atau perilaku sosial yang ada dalam masyarakat. Jogja memiliki tidak kurang dari 515 Bangunan Cagar Budaya yang tersebar di 13 Kawasan Cagar Budaya. Keberadaan aset-aset budaya peninggalan peradaban tinggi masa lampau tersebut, dengan Kraton sebagai institusi warisan adiluhung yang masih terlestari keberadaannya, merupakan embrio, dan memberi spirit bagi tumbuhnya dinamika masyarakat dalam berkehidupan kebudayaan terutama dalam berseni budaya, dan beradat tradisi.

 

Jogja juga terkenal sebagai “Kota Pelajar”. Universitas Gadjah Mada atau UGM, perguruan tinggi tertua di Indonesia terletak di provinsi ini. Selain UGM, Jogja juga menjadi rumah bagi banyak perguruan tinggi bergengsi lainnya. Secara total, jumlah perguruan tinggi di Jogja baik negeri, swasta, maupun kedinasan seluruhnya mencapai hampir 150 institusi pendidikan tinggi yang diasuh oleh sekitar 10 ribu dosen.Budaya belajar dan iklim pendidikan juga sangat kondusif di sini. Pelajar dan mahasiswa di Jogja terfasilitasi dengan adanya perpustakaan umum, toko buku murah, juga kantung-kantung komunitas dan budaya yang bisa menjadi sarana belajar mereka selama mengenyam pendidikan di provinsi ini. Belum lagi ribuan tempat kos dan asrama bermacam harga yang bisa menjadi pilihan para mahasiswa perantau yang menyelesaikan studinya di Jogja.Jogja juga menyediakan tempat hiburan modern yang terjangkau bagi mahasiswa, namun tetap menjaga keramahtamahan kota ini dengan banyaknya tempat-tempat nongkrong yang orisinal, tradisional, dan bersahaja. Biaya hidup di kota ini pun sangat terjangkau, bahkan bisa dibilang murah. Tempat makan berbagai jenis (kuliner Jawa, nusantara, hingga internasional, level kaki lima hingga bintang lima, bernuansa etnis atau modern) dapat ditemukan dengan mudah. Tingkat keamanan pun cukup tinggi di Jogja, sehingga para orangtua tidak perlu khawatir melepas putra-putrinya bersekolah jauh dari rumah. Selain itu, rasa gotong-royong dan keramahan orang Jogja yang tinggi akan membuat siapapun merasa seperti di kampung halaman sendiri. Orang Jogja amat sopan, berbudaya, terbuka, dan ringan tangan menolong.

 

“Jogja itu bikin kita susah move on, kalau udah masuk Jogja rasanya nggak mau pindah ke tempat lain. Suasananya menyenangkan, ke mana-mana dekat, fasilitas umum tersedia lengkap, orang-orangnya pun baik dan ramah.” – Ami, mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM angkatan 2003.

“Jogja is a place where you feel like home.” – Dina, mahasiswa Administasi Negara UGM angkatan 2006.

[/restab]
[restab title=”Keunggulan”]

Magister Administrasi Publik (MAP) yang berdiri sejak 1995 merupakan salah satu institusi pascasarjana terkemuka di Indonesia. Sebagai lembaga pendidikan di bidang administrasi dan kebijakan publik, MAP digawangi oleh dosen-dosen pengampu yang kompeten di bidangnya. MAP memiliki 30 dosen tetap yang hampir seluruhnya meraih gelar doktor di luar negeri. Sepuluh di antaranya sudah bergelar guru besar.

MAP sendiri dilengkapi fasilitas yang amat baik. Perpustakaan dengan koleksi lengkap, ruang kuliah dengan tambahan audiovisual, ruang belajar dan aktivitas mahasiswa yang memadai, serta karyawan yang ramah dan siap membantu mahasiswa dalam aktivitas belajarnya di MAP.

MAP juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negeri, dari institusi pemerintah, swasta, hingga LSM. Tahun 2015 ini bahkan MAP baru saja menyelenggarakan Program Master Linkage bekerja sama dengan BAPPENAS dan empat institusi pascasarjana bergengsi di Jepang. Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan untuk merasakan pendidikan di Jepang (pada tahun kedua). Degree yang didapat juga ganda, dari MAP maupun dari institusi pascasarjana Jepang. Program ini memungkinkan mahasiswa menambah pengalaman dan memperluas perspektif di bidang administrasi dan kebijakan publik.

Selain menjalankan aktivitas akademik, MAP juga rutin melakukan riset bekerja sama dengan lembaga dalam maupun luar negeri. MAP juga kerap menelurkan publikasi dalam bentuk jurnal, buku, monograf, policy brief, dan sebagainya.

[/restab]
[restab title=”Fasilitas”]

Perkuliahan di UGM dilaksanakan di Gedung MAP, Kampus FISIPOL UGM Unit II. Gedung ini berlantai 3 dengan 5 ruang kuliah berkapasitas 30 orang. Ruang kuliah memiliki perangkat standar yaitu pendingin ruangan dan media pengajaran (whiteboard, proyektor, layar, dan perangkat komputer). MAP-UGM juga memiliki prasarana ruang kerja mahasiswa, ruang rapat/seminar, perpustakaan, common room, sarana untuk teleconference/video conference,serta ruang ibadah. MAP FISIPOLUGM juga memiliki Pusat Pelatihan Bahasa dengan tutor Bahasa Inggris native (penutur asli).

Perpustakaan MAP-UGM dilengkapi dengan ruang baca, ruang belajar individual dan kelompok, dan ruang penyimpanan koleksi buku dengan jam buka Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB. Fasilitas yang disediakan adalah peminjaman koleksi buku/tesis/disertasi dan akses internet.

Akses internet di seluruh kampus MAP-UGM dilakukan melalui jaringan lokal (LAN) dan jaringan nirkabel (hot-spot). UGM menyediakan akses jurnal ilmiah berlanggan online melalui Cambridge Journals, Oxford Journals, JSTOR, EMERALD, ProQuest, ScienceDirect, SCOPUS, dan lain-lain dengan jaringan nirkabel.

[/restab]
[restab title=”Kata Mereka”]

“MAP UGM adalah ruang belajar dan mendiskusikan teori administrasi publik dibandingkan dengan implementasinya. Saya beruntung belajar dari para guru besar seperti Prof. Sofian Effendi, Prof. Miftah Thoha, Prof. Wahyudi Kumorotomo, dan Prof. Agus Pramusinto.” ~ Imam Kariyadi Aryanto, Kelas BAPPENAS Angkatan VIII.

 

“Beruntung bisa kuliah di Yogyakarta. Kuliah di MAP dengan dosen-dosen hebat di dalamnya, bertemu dengan kawan-kawan baru. Maju terus MAP UGM.” ~ Rike Anggun Artisa, Kelas Reguler Angkatan 60.

 

“MAP itu istimewa. Di sini saya belajar untuk mengambil kebijakan dan mendengarkan kebutuhan banyak orang.  Belajar untuk peka dan bijak bersama teman-teman lintas ilmu yang memperkaya wawasan. Saya menjadi sadar bahwa kebijakan publik bisa didekati dari berbagai bidang ilmu.” ~Yohanes Emanuel Nane, Kelas Reguler Angkatan 61.

 

“Duduk di kelas menerima ilmu dari dosen-dosen hebat dan ternama di MAP-UGM adalah pengalaman yang luar biasa membanggakan.” ~ Gina Fitria, Kelas Reguler Angkatan 60.

[/restab][/restabs]