Press Release Pelatihan Analisis Jabatan & Analisis Beban Kerja

Press Release

Pelatihan Analisis Jabatan & Analisis Beban Kerja : Penguatan Kompetensi ASN dalam Penyusunan Anjab dan ABK yang Strategis

Magister Ilmu Administrasi Publik (MIAP) DMKP FISIPOL UGM kembali menyelenggarakan Pelatihan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) sebagai bagian dari program pelatihan reguler sektor publik. Pelatihan ini merupakan wujud komitmen MIAP DMKP FISIPOL UGM dalam mendukung penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara melalui pengembangan sistem manajemen SDM yang profesional, berbasis merit, dan berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi publik.

Pelatihan dilaksanakan selama dua hari pada Rabu-Kamis, 29-30 Juli 2026 mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB, secara hybrid di Ruang 307 Lantai 3 MIAP DMKP FISIPOL UGM dan peserta daring melalui via zoom. Pelatihan ini diikuti oleh 17 ASN dari berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah, di antaranya Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat, Inspektorat Jenderal Kementerian Kehutanan, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Banjarnegara, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Banjarnegara, Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Semarang, Sekretariat DPRD Kabupaten Sleman, Direktorat Jendral Pajak, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Kulon Progo, dan RS Jiwa Grhasia Pemda DIY.

Dokumentasi Pelatihan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja
Pelatihan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja MIAP DMKP FISIPOL UGM.

Pelatihan dirancang secara intensif dan aplikatif melalui kombinasi penyampaian materi, studi kasus, praktik penyusunan dokumen, diskusi, serta presentasi hasil kerja peserta. Materi yang diberikan meliputi penguatan konsep manajemen SDM ASN, penyusunan Analisis Jabatan (Anjab), pengelolaan data jabatan, Analisis Beban Kerja (ABK), hingga penyusunan rencana tindak lanjut (action plan). Pendekatan tersebut bertujuan agar peserta tidak hanya memahami regulasi dan konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan Anjab dan ABK sesuai dengan kebutuhan organisasi masing-masing.

Pada hari pertama, pelatihan diawali dengan orientasi yang dilaksanakan dalam empat sesi untuk memperkuat pemahaman konseptual dan kapasitas peserta dalam pengelolaan sumber daya manusia aparatur sipil negara. Sesi pertama membahas Penguatan Manajemen Sumber Daya Manusia ASN yang disampaikan oleh Dr. Ely Susanto. Materi tersebut memberikan landasan mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya manusia aparatur secara profesional, terencana, dan selaras dengan kebutuhan serta tujuan organisasi. Selanjutnya, sesi kedua diisi oleh Dr. Ir. Aswin Eka Adhi, M.Si. dengan materi Konsep Dasar Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja sebagai dasar untuk memahami kedudukan, tugas, tanggung jawab, hasil kerja, dan kebutuhan pegawai dalam suatu organisasi. Pada sesi ketiga, peserta memperoleh materi mengenai Teknik Penyusunan Instrumen Analisis Jabatan dan Pengelolaan Data Jabatan. Rangkaian kegiatan hari pertama kemudian dilanjutkan dengan penyusunan action plan Analisis Jabatan yang dipandu oleh Dr. Ir. Aswin Eka Adhi, M.Si. Melalui kegiatan tersebut, peserta mulai menyusun rencana penerapan Analisis Jabatan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan instansi masing-masing.

Pada hari kedua, pelatihan difokuskan pada penguatan kemampuan teknis dan praktis peserta dalam penyusunan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) yang terbagi dalam tiga sesi. Pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai Teknik Penyusunan Analisis Beban Kerja olehDrs. Harry Susan Pujiraharjo, M.A., M.A.P. Materi tersebut dilanjutkan dengan praktik penyusunan analisis jabatan berdasarkan hasil penghitungan beban kerja yang dipandu secara langsung oleh narasumber. Pada sesi berikutnya,Dr. Ir. Aswin Eka Adhi, M.Si. , menyampaikan materi mengenai penghitungan Formasi Jabatan Fungsional Perencana. Pelatihan hari kedua kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil action plan penyusunan Analisis Jabatan oleh para peserta. Melalui sesi presentasi tersebut, peserta memperoleh masukan dan umpan balik dari narasumber maupun peserta lainnya sehingga rencana tindak lanjut yang disusun menjadi lebih sistematis, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi masing-masing. Rangkaian pelatihan hari kedua kemudian ditutup dengan sambutan dari Dr. Nurhadi Susanto selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Magister Administrasi Publik.

Secara keseluruhan, pelatihan ini mengangkat berbagai materi konseptual, strategis, dan teknis yang meliputi penguatan manajemen sumber daya manusia ASN, konsep dasar Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja, teknik penyusunan instrumen Analisis Jabatan, pengelolaan data jabatan, perumusan uraian jabatan, penghitungan beban kerja, penentuan kebutuhan pegawai, penyusunan action plan, serta penghitungan formasi Jabatan Fungsional Perencana. Seluruh materi diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai keterkaitan antara tugas dan fungsi jabatan, kompetensi pegawai, volume dan beban kerja, kebutuhan sumber daya manusia, serta pencapaian visi dan misi organisasi. Melalui pemahaman tersebut, peserta diharapkan mampu menyusun dokumen Anjab dan ABK secara lebih sistematis, akurat, dan sesuai dengan kondisi aktual organisasi sebagai dasar penataan kelembagaan, perencanaan kebutuhan dan penempatan pegawai, pembagian pekerjaan, pengembangan kompetensi, serta peningkatan efektivitas kinerja instansi.

Salah satu peserta dari Sekretariat DPRD Kabupaten Sleman, Saudari Pipit Damayanti, S.H., yang bertugas sebagai Analis Hukum, membagikan pengalamannya setelah mengikuti pelatihan.

"Setelah mengikuti pelatihan selama dua hari, saya memahami bahwa Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja tidak hanya perlu dipahami oleh pegawai yang menangani bidang organisasi. Pejabat fungsional, struktural, maupun pimpinan juga perlu memahaminya karena mereka mengetahui secara langsung alur pekerjaan dan beban kerja pada setiap jabatan. Pemahaman ini sangat membantu dalam menyusun uraian jabatan, menentukan kebutuhan pegawai, serta menilai apakah pelaksanaan pekerjaan telah mendukung pencapaian visi dan misi organisasi." Pipit Damayanti, S.H.Analis Hukum Sekretariat DPRD Kabupaten Sleman

Selain itu, peserta dari Penelaah Teknis Kebijakan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Banjarnegara, yaitu Saudara Achmad Afandi, S.E., menyampaikan:

"Pelatihan Anjab dan ABK ini sangat membuka wawasan saya. Banyak pengetahuan dan pemahaman baru yang sebelumnya belum saya dapatkan. Ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini diharapkan dapat mendukung penyusunan Anjab dan ABK di Kabupaten Banjarnegara agar menjadi lebih ideal, sistematis, dan sesuai dengan kondisi organisasi." Achmad Afandi, S.E.Penelaah Teknis Kebijakan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Banjarnegara

Melalui Pelatihan Anjab dan ABK, MIAP DMKP FISIPOL UGM diharapkan terus menjadi mitra strategis instansi pemerintah dalam mendukung reformasi birokrasi melalui penguatan kompetensi aparatur negara. Kompetensi dalam penyusunan Anjab dan ABK menjadi fondasi penting bagi penataan kelembagaan, perencanaan kebutuhan pegawai, pengembangan karier berbasis merit, serta peningkatan efektivitas dan efisiensi organisasi guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.