Press Release
Pelatihan Manajemen Talenta Sektor Publik : Penguatan Kompetensi ASN melalui Implementasi Manajemen Talenta yang Strategis
Magister Ilmu Administrasi Publik (MIAP) DMKP FISIPOL UGM kembali menyelenggarakan Pelatihan Mandiri Reguler dengan mengusung tema Manajemen Talenta ASN di Sektor Publik. Pelatihan ini merupakan wujud komitmen MIAP UGM dalam mendukung penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pengembangan sistem manajemen talenta yang profesional, berbasis merit, dan berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi publik. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami serta mengimplementasikan praktik manajemen talenta yang efektif guna mendukung terwujudnya top talent ASN Indonesia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
Pelatihan dilaksanakan selama dua hari pada Rabu-Kamis, 10-11 Juni 2026 mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB, secara offline di Ruang 307 Lantai 3 MIAP DMKP FISIPOL UGM. Terdapat 16 peserta ASN dari berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah yang mengikuti pelatihan ini, diantaranya Badan Kepegawaian Negara (BKN), Inspektorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Universitas Tidar, Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Mamuju, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palangkaraya, dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Balangan.
Pelatihan dirancang dengan intensif dan aplikatif dengan rangkaian kegiatan diawali pre-training, penguatan konsep dasar manajemen talenta, penyusunan action plan, review dan presentasi, hingga evaluasi. Pendekatan dilakukan untuk memastikan peserta tidak hanya memahami regulasi dan konsep, tapi juga mampu menyusun langkah implementasi yang relevan dengan kebutuhan instansinya masing-masing.
Hari pertama pelatihan diawali dengan sesi orientasi dan rangkaian pembelajaran yang terdiri atas empat sesi utama untuk memperkuat pemahaman konseptual serta kebijakan Manajemen Talenta ASN. Sesi pertama membahas Sistem Merit dalam Manajemen ASN yang disampaikan oleh Dr. Ratminto, M.Pol.Admin. Selanjutnya, sesi kedua dan ketiga dipandu oleh Dr. Supia, yang mengulas Konsep Dasar dan Kebijakan Manajemen Talenta serta Manajemen Talenta ASN Berbasis Jabatan, dengan fokus pada pemetaan kompetensi, penilaian kinerja, dan identifikasi talenta sebagai fondasi utama pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang profesional, berintegritas, dan berbasis merit. Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan sesi best practice implementasi manajemen talenta yang disampaikan oleh Ibu Dina Vita Maratilova, S.H., M.H. dari BKPSDM Pemerintah Kota Yogyakarta, yang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam penerapan manajemen talenta di lingkungan pemerintah daerah.
Selanjutnya pada hari kedua, pelatihan lebih difokuskan pada aspek teknis dan praktis dalam 3 sesi. Dimulai dengan pemaparan konsep implementasi pemetaan kotak manajemen talenta (Berdasarkan Keputusan Kepala BKN 411/2025) yang dijelaskan langsung oleh Bapak Hendra Yuandana, S.Psi.,M.M selaku Kepala Bidang Pengembangan BKD DIY. Kemudian dilanjutkan penyusunan action plan bersama Dr. Supia Yuliana, M.M., yang berfokus pada pengelolaan data kinerja sebagai dasar penempatan ASN ke dalam kotak manajemen talenta, sekaligus penyusunan rancangan aksi implementasi manajemen talenta di instansi masing-masing secara berkelompok. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan oleh setiap kelompok untuk memperoleh masukan dan umpan balik dari peserta lain maupun narasumber, sehingga menghasilkan rencana aksi yang lebih komprehensif dan aplikatif. Di akhir sesi pelatihan di tutup dengan evaluasi pelatihan oleh Dr. Ratminto, M.Pol.Admin.
Pelatihan ini mengangkat berbagai materi strategis terkait manajemen talenta meliputi proses identifikasi talenta, penilaian kinerja, logical framework kotak manajemen talenta, kesiapan implementasi sistem manajemen talenta, hingga penyusunan rencana aksi secara komprehensif. Seluruh materi diarahkan guna menghasilkan pengelolaan talenta ASN dari input, output hingga outcome yang berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di masyarakat.
Salah satu peserta dari Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Mamuju, yaitu saudara Jordy, S.Hut., membagikan pengalamannya setelah mengikuti pelatihan, yang mana pelatihan ini memberikan gambaran mengenai proses pengelolaan SDM aparatur secara strategis mulai dari tahap identifikasi talenta, pemetaan kompetensi, penilaian kinerja, hingga penyusunan rencana pengembangan pegawai hingga bagaimana sistem merit diterapkan secara konkret dalam organisasi publik untuk memastikan penempatan ASN sesuai kompetensi, potensi, dan performa kerja. Beliau juga menyampaikan bahwa regulasi mengenai manajemen talenta dari pusat masih belum banyak dipahami oleh ASN di tingkat daerah khususnya ASN pada bagian sumber daya manusia. Banyak ASN di daerah yang masih kesulitan menerapkan sistem manajemen talenta khususnya untuk menempatkan ASN berada di kotak talenta.
“Dengan mengikuti pelatihan ini jadi semakin memahami bagaimana regulasi manajemen talenta dari pusat ini harus diimplementasikan secara nyata di instansi, ini sangat membantu ASN di daerah dan menjadi dasar kami memperbaiki sistem manajemen talenta yang ada di instansi masing-masing.” Jordy, S.Hut.
Selain itu, peserta dari Universitas Tidar yaitu Bapak Hatma Izza Perdana, S.Pd. menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman yang sangat detail mengenai area manajemen sumber daya manusia, tidak hanya untuk instansi pemerintah daerah, tetapi juga dibutuhkan bagi ASN di lingkungan universitas.
“Pelatihan ini memberikan pemahaman yang sangat detail mengenai area manajemen sumber daya manusia, tidak hanya untuk instansi pemerintah daerah, tapi juga dibutuhkan bagi ASN di lingkungan universitas.” Hatma Izza Perdana, S.Pd.
Selain memahami aspek regulasi dan kebijakan terbaru, seluruh peserta merasa mendapatkan pengalaman praktis dalam membaca data kinerja ASN, melakukan pemetaan ke dalam kotak manajemen talenta, hingga menyusun action plan implementasi yang realistis dan kontekstual dengan kebutuhan instansi masing-masing. Pendekatan praktik pelatihan membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat tantangan implementasi manajemen talenta secara langsung.
Lebih lanjut, dari pelatihan ini menekankan pentingnya implementasi manajemen talenta ASN untuk pengembangan profesionalisme ASN agar organisasi publik dapat diisi oleh top talent sesuai kompetensi dan kinerjanya, sekaligus komitmen pemimpin dalam mendukung implementasi manajemen talenta ASN melalui monitoring dan evaluasi (monev) sebagai instrumen pengendalian dan perbaikan yang berkelanjutan. Monitoring dan evaluasi dipandang sebagai instrumen penting dalam memastikan sistem manajemen talenta dapat berjalan secara konsisten, akuntabel, dan mampu untuk menghasilkan manajemen talenta ASN yang berintegritas.
Secara keseluruhan, semua peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan merasa puas dan memberikan respon positif. Melalui diskusi interaktif dan pertukaran pengalaman antar instansi, peserta juga memperoleh wawasan baru mengenai berbagai praktik pengelolaan SDM di sektor publik. Pelatihan menjadi ruang belajar bersama bagi peserta untuk memahami tantangan birokrasi di berbagai daerah sekaligus memperluas perspektif mengenai strategi pengembangan ASN yang adaptif, profesional, dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan reguler mandiri ini, MIAP DMKP FISIPOL UGM diharapkan terus berperan sebagai mitra strategis dalam pengembangan kompetensi aparatur negara, khususnya dalam memperkuat kapabilitas dan kompetensi aparatur negara sebagai top talent guna mewujudkan sistem manajemen talenta di Indonesia yang profesional, berkualitas, adaptif, dan bermanfaat bagi publik.





