Program Beasiswa Sertifikasi Analisis Kebijakan dan Pelatihan Policy Brief Batch 2
Program Beasiswa Sertifikasi Analis Kebijakan Publik MAP UGM kembali diselenggarakan melalui Batch 2 sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas analitis dan profesionalisme pemelajar kebijakan di lingkungan Magister Ilmu Administrasi Publik (MAP) UGM. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh semakin tingginya tuntutan terhadap lulusan kebijakan publik untuk tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga bukti kompetensi yang terukur dan diakui secara profesional. Di tengah dinamika tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks, kemampuan menganalisis masalah publik dan merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis bukti menjadi keterampilan yang sangat krusial bagi calon analis kebijakan.
Penyelenggaraan Batch 2 juga didorong oleh antusiasme dan capaian yang sangat positif pada pelaksanaan Batch 1. Program sebelumnya mendapatkan minat yang tinggi dari mahasiswa dan tenaga kependidikan MAP UGM yang melihat sertifikasi ini sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat portofolio profesional mereka. Tidak hanya berhasil menarik partisipasi yang luas, Batch 1 juga menghasilkan berbagai policy brief berkualitas yang menunjukkan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi isu kebijakan, mengolah data, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang relevan dan berbasis bukti. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa program ini memiliki dampak nyata dalam meningkatkan kapasitas analitis sekaligus memperkuat ekosistem pembelajaran kebijakan publik di lingkungan MAP UGM.
| No | Nama | |
|---|---|---|
| 1 | Albert Fransiskus Balriyanan (Belum Efektifnya Integrasi Tata Kelola Data Orang Asli Papua untuk Menopang Kebijakan Afirmatif di Provinsi Papua) |
πView |
| 2 | Aninda Isnaini 1. Dibalik Insiden Kebocoran Data : Cermin Lemahnya Tata Kelola Perlindungan Data di Indonesia 2. Membangun Ekosistem Literasi Indonesia yang Inklusif dan Berkelanjutan |
|
| 3 | Erlangga Pramudya Pradana 1. Tingginya Angka Depresi dan Gangguan Mental pada Kalangan Remaja di Indonesia 2. Maraknya NEET (Not in Education, Employment, or Training) pada Kalangan Pemuda di Indonesia |
|
| 4 | Faiz Arwi Assalimi 1. Stop Child Grooming : Reformasi Kebijakan Perlindungan Anak di Indonesia 2. Menyelamatkan Masyarakat Jawa Timur dari βJedag-Jedugβ Sound Horeg |
|
| 5 | Fikri Wahiddinsyah 1. Optimalisasi Aksesibilitas Wisata Boyolali: Memutus Rantai Ketimpangan Infrastruktur di Wilayah Kabupaten Boyolali 2. Akses Pendidikan bagi Anak Penyandang Disabilitias: Mewujudkan Pendidikan Inklusif yang Setara dan Berkeadilan di Provinsi DIY |
|
| 6 | Naufal Aji Satria 1. Siapa yang Akan Membatik di Masa Depan? Rendahnya Minat Generasi Muda Pengrajin Batik Tulis Giriloyo Pasca Gempa Bantul Tahun 2006 2. Ketika Pariwisata Diutamakan, Warga Dikalahkan : Krisis Air Bersih di Permukiman Informal Yogyakarta |
|
| 7 | Ris Risnawijaya 1. Memutus Mata Rantai Talasemia : Skrining, Edukasi dan Konseling Genetik 2. Mengoptimalkan Pariwisata Berbasis Konservasi Untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat Wilayah Penyangga di Kabupaten Pandeglang |
|
| 8 | Tessa Utari br Sinuraya 1. Plastik di Balik Klik: Kesenjangan Regulasi Penggunaan Plastik pada Layanan Food Delivery di Kota Yogyakarta 2. Antara Akses dan Risiko: Ketergantungan Masyarakat terhadap Pinjaman Online dalam Ekosistem Keuangan Digital Indonesia |
|
| 9 | Windy Army Iriyanti 1. Buruknya Pengelolaan Parkir Kawasan Malioboro 2. Pedesaan Papua : Sumber Kemiskinan Tinggi dengan Harapan Ekonomi Masa Depan |
|















π
π