INSIGHT: Pasar Pelayanan Kesehatan dan dan Praktiknya di Indonesia

Pemenuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat merupakan salah satu upaya mewujudkan kesejahteraan bersama. Setiap negara mengalokasikan sumber daya kesehatan yang berbeda-beda. Secara umum dapat dipastikan setiap negara memberikan bobot prioritas yang berbeda-beda untuk akses kesehatan, sebab pada saat yang sama juga menghadapi kendala fiskal untuk pengeluaran kesehatan terhadap dana publik untuk sektor lainnya. Dalam hal ini, kajian ekonomi kesehatan menjadi salah satu cara untuk memahami stakeholder memaksimalkan kesehatan dan kesetaraan. Argumentasinya terdapat kebijakan yang mempromosikan keadilan dan peningkatan kesehatan sekaligus, namun juga dihadapkan pada pilihan antara efisiensi (kesehatan yang lebih baik) dan pemerataan (distribusi kesehatan yang lebih adil). Sebagai ilustrasi, ketika dua orang dengan kondisi kesehatan yang sama memiliki kapasitas yang berbeda untuk mendapatkan manfaat dari layanan kesehatan, maka sumber daya pelayanan kesehatan dapat dialokasikan dengan sangat berbeda. Hal ini dapat dilihat dari kebijakan kesehatan Indonesia tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). JKN harus memberikan cakupan kepada semua orang, terlepas dari pendapatan atau status pekerjaan. Istilah “tanggung jawab” mengacu pada tindakan menentukan apakah seseorang bertanggung jawab atas tindakannya sendiri atau tidak.

Dalam perjalanannya, implementasi JKN hingga saat ini memberikan gambaran besar kualitas akses pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia—di samping memberikan ruang bagi peran swasta dalam pelayanan kesehatan. Program JKN menunjukkan kebijakan kesehatan Indonesia tidak dapat dianggap terpisah dari perubahan-perubahan dalam konteks negara kesejahteraan. Hal ini dilihat dinamika berbagai isu-isu pelayanan kesehatan dan pilihan-pilihan kebijakan diambil sesuai dengan upaya kesejahteraan masyarakat. Tulisan Salsabilla Firdausi, berjudul “Pasar Pelayanan Kesehatan dan dan Praktiknya di Indonesia” bermaksud memberikan telaah kritis terhadap praktik pelayanan kesehatan selama ini dan beberapa rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

[embeddoc url=”https://map.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/290/2022/12/Insight-Edisi-3-2-November-2022.pdf”]

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pelatihan MAP