IGPA (Institute of Governance and Public Affairs)

Institute of Governance and Public Affairs (IGPA) is established with the goals of conducting, disseminating and publishing research on current public issues in Indonesia. IGPA tries to bring a multi-disciplinary approach to its research in order to better inform policy making and o ers both strategic thinking and operational solutions.

The researches are carried out in conjuction with academic activities in Master in Public Policy and Administration (MPPA) Programme, Universitas Gadjah Mada (UGM) since its foundation in 2014. The combination of research and consulting services in IGPA’s activities is aimed at strengthening its capability to address diverse problems faced by the public sector today.

The government and public organisations are increasingly facing complex issues and challenges. This particularly applies in Indonesia and most transitionary countries that are engaged in the thrust for democratic governance. Issues of poor public policy, low capacity of public servants and under-performed public organisations are among the challenges for creating good governance and strengthening the citizenry, and these challenges are vying for immediate answer and e ective solution.

IGPA is established to meet the challenges by producing qualifed researches to be utilized by public policy makers. The objective is to promote evidence-based policies by providing first-hand reference to stakeholders in formulating, implementing and evaluating policies in accordance with the public interests.  Hence, IGPA tries to disseminate creative, innovative and progressive ideas for public sector reform in Indonesia and beyond.

[ctu_ultimate_oxi id="4"]

MAP Corner - Klub MKP FISIPOL UGM

MAP Corner-Klub MKP FISIPOL UGM adalah klub diskusi yang digawangi oleh orang-orang muda dari MAP (Magister Administrasi Publik) & MKP (Manajemen & Kebijakan Publik) FISIPOL Universitas Gadjah Mada. MAP Corner-Klub MKP FISIPOL ini mulai terbentuk pada 14 Juni 2011, dengan idealisme untuk membangun budaya berpikir kritis di kampus kerakyatan UGM. Dengan filosofi “Diskusi, Pahami, Aksi”, MAP Corner-Klub MKP FISIPOL berupaya menentang arus pemikiran intelektual menara gading dan budaya banalitas intelektual yang tengah menghegemoni kampus-kampus di Indonesia. Kami berharap dapat menjadi oase ditengah sengkarut ekonomi politik Indonesia.

Filosofi “Diskusi, Pahami, Aksi” menempatkan MAP Corner-Klub MKP FISIPOL pada posisi yang berseberangan dengan logika neo-kantian dan positifistik. Suatu logika yang cenderung hanya asik sekedar menjelaskan (erklaeren) dan memahami/menafsirkan (verstehen). Suatu idiologi yang tidak berbuat apapun terhadap subject matter yang diteliti, kecuali harus menjaga sikap “objektivitas ilmiah” yang dingin dan kaku (Nugroho, 2012). Keadaan itu menempatkan adanya kemandegan intelektual atau yang oleh Karl Marx disebut sebagai kemandegan filsafat, karena mereka hanya berkutat dengan pertanyaan apa/mengapa (ontologi) dan bagaimana (epistomologi) tanpa berbuat apapun terhadap subjek yang diteliti.

“Para ahli filsafat hanya telah menafsirkan dunia, dengan berbagai cara; padahal yang terpenting ialah mengubahnya” (Karl Marx, Tesis-Tesis tentang Feuerbach)

Pemaparan di atas tidak lantas menekankan pada pentingnya aksi perubahan dengan mengesampingkan pemahaman dan pengetahuan. Hal yang terakhir disebut juga sangat penting. Itu karena perubahan selalu dimulai dalam aras pergulatan wacana, diskursus, dan pengetahuan. Salah satu cara untuk menemukannya adalah dengan berdiskusi.

MAP Corner-Klub MKP FISIPOL telah menggelar lebih dari 200 diskusi selama hampir enam tahun terakhir. Sebagai epistemic community, MAP Corner-Klub MKP FISIPOL menggunakan mazhab pendidikan kritis sebagai pedomannya. Mazhab ini menitik beratkan pada keadilan dan kesetaraan. Sehingga diskusi-diskusi yang kami gelar selalu berpijak pada perspektif masyarakat kelas bawah dan masyarakat yang rentan. Melalui mazhab pendidikan kritis kami juga berupaya melakukan dua hal:

  1. Mampu mendemistifikasi kepentingan idiologis yang menyelimuti realitas.
  2. Mampu menyingkap fenomena-fenomena tersembunyi atau melampaui asumsi-asumsi

Oleh karena itu tema-tema diskusi yang kami angkat tidak hanya tema yang sedang hangat di media massa, namun juga tema-tema yang sensitif atau yang dianggap tabu oleh masyarakat. Seperti persoalan yang terkait dengan kepentingan penguasa atau persoalan yang terkait dengan isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) di negeri ini. Dengan keberanian itu, membuat diskusi-diskusi MAP Corner-Klub MKP FISIPOL dibanjiri anak-anak muda, mahasiswa, aktivis, dosen, dan rakyat yang haus akan ilmu pengetahuan.

Terhubung dengan kami IGPA MAP FISIPOL UGM

IGPA MAP FISIPOL UGM

EMAIL : igpa@ugm.ac.id

TELEPHONE : (+62)274-512700 ext.110

FAX : (+62)274-589655

INSTAGRAM : igpa.mapfisipolugm

WEBSITE : www.igpa.map.fisipol.ugm.ac.id

                 : www.mapcorner.wg.ugm.ac.id